JAKARTA — Jangan lengah! Pekan ini pasar forex memasuki salah satu fase paling menegangkan di penghujung September 2026.
Dolar Amerika Serikat kembali menjadi pusat perhatian setelah bergerak dekat level tertinggi dua bulan. Di saat yang sama, harga minyak dan imbal hasil obligasi AS ikut bergerak, membuat para trader harus bersiap menghadapi volatilitas tinggi.
Namun pertarungan sebenarnya belum dimulai.
Rabu dan Jumat bisa menjadi hari yang menentukan.
🔥 PCE MENJADI UJIAN BESAR DOLAR
Pada Rabu, 30 September, perhatian pasar tertuju pada Core PCE Price Index AS.
Data ini sangat penting karena menjadi salah satu indikator inflasi yang diperhatikan Federal Reserve. Pasar akan mencermati apakah tekanan harga masih cukup kuat untuk membuat The Fed mempertahankan sikap ketatnya.
Jika inflasi kembali panas, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga AS dapat berubah dengan cepat.
Dan ketika ekspektasi suku bunga berubah…
Dolar bisa bergerak liar.
💥 JUMAT: NFP SIAP MENGGUNCANG PASAR
Puncak ketegangan diperkirakan terjadi Jumat, 2 Oktober.
Nonfarm Payrolls (NFP) AS akan dirilis bersama tingkat pengangguran. Konsensus yang dihimpun sejumlah sumber berada di sekitar 100 ribu penambahan pekerjaan, setelah sebelumnya sekitar 162 ribu.
Angka tersebut akan menjadi bahan penting bagi pasar untuk membaca kekuatan ekonomi Amerika Serikat dan arah kebijakan Federal Reserve berikutnya.
Jika data pekerjaan jauh berbeda dari perkiraan, pergerakan dolar dapat menjadi sangat cepat.
EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY hingga XAU/USD berpotensi ikut bergejolak.
⚔️ EUR/USD DI PERSIMPANGAN
EUR/USD memasuki pekan ini dalam tekanan.
Euro berada di sekitar US$1,1386 pada 28 September dan masih berada dekat level terendah dua bulan. Reuters juga mencatat euro berada di jalur penurunan sekitar 2% sepanjang September.
Namun ada satu zona yang kini menjadi perhatian trader.
Area 1,1350–1,1400 disebut sebagai wilayah penting. Jika mampu bertahan, peluang pemulihan tetap terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual berhasil menembus area tersebut, perhatian pasar dapat bergeser ke level yang lebih rendah.
Inilah pertarungannya: euro mencoba bangkit, sementara dolar terus menekan.
🇯🇵 USD/JPY: YEN KEMBALI TERDESAK
Di Jepang, yen juga menghadapi tekanan.
USD/JPY sempat bergerak menuju 158, sementara perbedaan prospek kebijakan Federal Reserve dan Bank of Japan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar.
Kondisi ini membuat pasangan USD/JPY menjadi salah satu instrumen yang patut diperhatikan ketika data ekonomi AS mulai keluar.
🛢️ MINYAK IKUT MEMAINKAN PERAN
Drama forex tidak hanya berasal dari bank sentral.
Harga minyak kembali menjadi faktor penting karena ketegangan AS–Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi. Kenaikan minyak dapat memperbesar tekanan inflasi dan pada akhirnya memengaruhi ekspektasi kebijakan bank sentral.
Artinya, trader bukan hanya melihat grafik forex.
Mereka juga harus melihat minyak, obligasi, inflasi dan data tenaga kerja.
🚨 JADWAL YANG WAJIB DIPANTAU
Selasa, 29 September
Keputusan suku bunga RBA
JOLTS Job Openings AS
Consumer Confidence AS
Rabu, 30 September
Core PCE AS
ADP Employment AS
Data ekonomi AS lainnya
Kamis, 1 Oktober
ISM Manufacturing PMI AS
Jumat, 2 Oktober
Inflasi zona euro
Nonfarm Payrolls AS
Unemployment Rate AS
Agenda tersebut menjadikan pekan ini sangat padat bagi pasar mata uang.
⚠️ SATU DATA BISA MENGUBAH SEGALANYA
Pasar forex minggu ini bukan sekadar mencari arah naik atau turun.
Pasar sedang menunggu jawaban.
Apakah inflasi AS kembali menguat?
Apakah pasar tenaga kerja mulai melemah?
Apakah Federal Reserve akan semakin ketat?
Dan yang paling penting bagi trader:
Apakah dominasi dolar AS akan berlanjut atau justru mulai mendapatkan perlawanan?
Jawabannya bisa mulai terlihat ketika PCE dirilis Rabu dan NFP diumumkan Jumat.
Bagi trader, inilah pekan ketika satu angka ekonomi bisa memicu pergerakan besar dalam hitungan menit.
Jangan hanya melihat candlestick. Perhatikan berita yang menggerakkannya.
Catatan: artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan rekomendasi beli atau jual. Pergerakan forex sangat berisiko dan dapat berubah cepat setelah rilis data ekonomi.















